Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Live Review; “Terbakar saat bersantai dengan cinta” bersama Amtenar & Abeman

Gambar
           “Yo Sumbawa !!! Apa Rungan ?” teriak Wen, Vokalis Amtenar saat menaiki panggung setelah Intro memasuki ‘ekor’nya. Kemudian ia melompat – lompat di atas panggung sederhana di hadapan ratusan penonton yang hadir. Music mulai berubah.. transisi lembut dan bersih itu pelan – pelan mengantarkan suara intro dari lagu Reggae Indonesia yang diambil dari album ke-4 mereka ke telinga penonton. Lagu yang pada rekaman album-nya dinyanyikan berduet dengan ‘Reggae Ambassador of Indonesia’ Ras Muhamad ini langsung menyihir penonton yang sedari tadi telah menanti aksi mereka di atas panggung. Semua penonton yang sudah ‘dipanaskan’ oleh Abeman dan Biroe kemudian melompat – lompat, beteriak ikut bernyanyi. Wen /Vokalis Amtenar saat membawakan lagu Reggae Indonesia (Photo's by Atha Furbatha) Jika anda berfikir apa yang tertuang dalam tulisan ini sedikit ‘lebay’, tak masalah.. sebab memang suguhan hiburan music di Sumbawa sangat pantas diekspresikan berlebihan....

Baraka bercerita Tentang Kita

Judul : Baraka Dokumenter - Non Naratif Sutradara : Ron Fricke Durasi : 96 Menit Tahun Produksi : 1992 Lama Produksi : 14 Bulan Youtube :  https://www.youtube.com/watch?v=inyqkYs2WUk Opini Tentang Kita         Sari yang dapat diperas dari film ini adalah tentang kita. Film ini seolah berpuisi “ di antara tangis meronta-ronta, tingkah laku, dan bujur kaku kita..” kemudian sepanjang 96 menit menyuguhkan apa – apa yang terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia di sekitar kita.           Diawali dengan pict perihal doktrin religius keyakinan/agama, yang menandakan masa-masa awal kehidupan manusia, kemudian dilanjutkan dengan ajaran-ajaran adat kearifan lokal, tradisi – tradisi budaya masyarakat yang begitu menyatu dengan alam. Sepanjang sejarah peradaban manusia, banyak bukti bahwa dalam memenuhi kebutuhannya, yang dilakukannya cenderung “membunuh” dirinya sendiri. Entah pendapat ini benar atau salah, itu...

Iwan Fals; Dari & Untuk "Indonesia Raya"

Gambar
Karir +Iwan Fals   itu mentereng karena meresapi lagu kebangsaan "Indonesia Raya". Di tengah proses persiapan konser Nyanyian Raya yang direncanakan menarik 4 juta Penonton, legenda musik Indonesia itu memposting foto lirik/syair dari lagu "Indonesia Raya" 3 stanza lewat akun twitternya @iwanfals  karena melihat postingan itulah saya mengatakan karir beliau mentereng karena meresapi "Indonesia Raya" seperti di awal tulisan ini. Presiden Oi itu berhasil meresapi makna terdalam dari lirik hiduplah tanahku hiduplah negeriku, bangsaku rakyatku, semuanya.. bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.. dari pendalamannya akan "Indonesia Raya", Iwan Fals kemudian bermusik dengan tulus... untuk  Indonesia Raya! Setiap lirik dalam lagunya mengalir dengan tulus, tanpa ada embel - embel memanfaatkan momen, mencari kontroversi, atau lainnya.. itulah sebabnya musiknya diterima pula dengan tulus oleh semua kalangan... Teruslah bangun Jiwa &...