Live Review; “Terbakar saat bersantai dengan cinta” bersama Amtenar & Abeman
“Yo Sumbawa !!! Apa Rungan ?” teriak Wen, Vokalis Amtenar saat menaiki panggung setelah Intro memasuki ‘ekor’nya. Kemudian ia melompat – lompat di atas panggung sederhana di hadapan ratusan penonton yang hadir. Music mulai berubah.. transisi lembut dan bersih itu pelan – pelan mengantarkan suara intro dari lagu Reggae Indonesia yang diambil dari album ke-4 mereka ke telinga penonton. Lagu yang pada rekaman album-nya dinyanyikan berduet dengan ‘Reggae Ambassador of Indonesia’ Ras Muhamad ini langsung menyihir penonton yang sedari tadi telah menanti aksi mereka di atas panggung. Semua penonton yang sudah ‘dipanaskan’ oleh Abemandan Biroe kemudian melompat – lompat, beteriak ikut bernyanyi.
| Wen/Vokalis Amtenar saat membawakan lagu Reggae Indonesia (Photo's by Atha Furbatha) |
Jika anda berfikir apa yang tertuang dalam tulisan ini sedikit ‘lebay’, tak masalah.. sebab memang suguhan hiburan music di Sumbawa sangat pantas diekspresikan berlebihan.. tak lain dan tak bukan karena betapa ter-amat sangat kurang-nya suguhan music itu buat kami yang ada si Sumbawa. Uh.. we all want more and more Rock n’ roll packet!
Lirik “honey-ku tersayang, honey-ku tercinta, hati dilanda rindu tanpa kehadiranmu” punya Shaggy Dog yang pada malam kemarin (27 maret 2015) dibawakan oleh Abeman sebagai pembuka acara SuryaNation; All Bikers in Sumbawa benar – benar mewakili rasa rindu masyarakat Sumbawa, khususnya pecinta music akan kehadiran hiburan music yang top markotop. Rasa rindu itu tumpah ruah, penonton yang datang ikut berdendang, dan tentu saja; melakukan ‘ritual’ khusus untuk menikmati music reggae; berdansa!
| Abeman saat membawakan Honey dari ShaggyDog sebagai pembuka acara / Bradda Diopp's cool (Photo's by Atha Furbatha) |
Everybody’s “Kiss The Moon” on this night. Ya! kerinduan kami tumpah, semua orang, dari Papu Abeman (sebutan untuk kawan/fans Abeman), SumVec, Bikers, sampai kerumunan Slankers, ikut ‘mencium bulan’ dengan penuh cinta bersama Abeman yang berhasil menyihir penonton dengan lagu dari ‘Mbah’nya Reggae Indonesia, Tony Q Rastafara.
Abeman cerdas dalam memilih lagu yang dimainkan, modal bagus untuk menarik massa.. dan terbukti, saat mereka membawakan lagu “Kopi Hitam” dari Momonon, penonton yang nongkrong sambil minum kopi di lesehan-lesehan dekat panggung juga ikut bernyanyi, menikmati. Jangan tanya soal mereka yang setia di depan panggung, dengan gairah yang menggebu terus ikut bernyanyi.
| Diopp mengajak penonton bernyanyi Kopi Hitam (Phot's by Atha Furbataha) |
Bedanya nonton konser music sambil meliput dan meliput konser music sepenuhnya itu di ‘feel’nya.. kalau meliput konser, kita musti perhatikan segalanya, dari yang di atas panggung, sampai kerumunan di bawah panggung. Kalau anda nonton konser sambil meliput itu ‘feel’nya lebih dapat.. suguhan musiknya dinikmati dalam – dalam, terus bisa berbaur dengan kerumunan penonton.. tanpa perlu memperhatikan mereka.. “thank’s god, I’m not a photographer” haha..
Satu lagi, kalau sekedar nonton, kuping nggak terlalu ‘awas’, beda sama nonton sambil ngeliput.. kuping musti tetap ‘awas’ meski sedang nikmati suasana.. itu benar – benar saya rasakan malam kemarin.. saat Abeman membawakan 3 lagu (Get Up Stand Up – Redemption Song – One Love) yang dipadatkan jadi 1. Pada transisi dari GetUp StandUp ke Redemption Song sih oke punya, tapi saat mereka beranjak dari Redemption Songke One Love, ada sedikit kesalahan, antara para player-nya, ‘dalam sekejap saja’ masing – masing terdengar bingung siapa yang kejar siapa? Siapa yang jadi patokan..? Untung transisi-nya hanya sekejap, nggak panjang, jadi ‘kebingungan’ itu langsung ‘dibabat’ oleh Diopp, sang vokalis yang sepanjang bernyanyi terus bergoyang dan ‘mencumbu’ penonton.. sikapnya sebagai penampil, semakin baik. Sayang, masih sering bingung sama lirik.
| (Photo's by Atha Furbatha) |
| Abeman on Stage ; 3 in 1 song (GetUp StandUp - Redemption Song - One Love) (Photo's by Atha Furbatha) |
Sebelumnya, saya berfikir ini bakalan jadi Reggae Party, karena berdasarkan publikasi panitia penyelenggara, yang bakal tampil cuma Amtenar – Abeman, tapi setelah Biroe, band dari komunitas Slankers Sumbawa naik ke atas panggung, Rock n’ roll will rock you, Sumbawa!!!
Biroe dengan cerdas berhasil memasukkan ruh Rock n’ roll ke dalam lagu pop daerah O Pio Ode – Ode. Ada celah, terutama di progress bagian – bagian lagu yang ‘dijejali’ sedikit lirik “Sosial Betawi Yo’i”nya Slank. Tapi, celah itu tak bisa dimasuki oleh kritik macam apapun, karena mereka sudah menjadikannya khas gaya mereka, kecuali tentang bagaimana mereka terlalu lama memainkan lagu itu.. selebihnya oke! Berlama – lama, sepertinya sudah jadi kebiasaan anak – anak Biroe, padahal mereka sudah berhasil menghipnotis penonton. Ipank, FrontMan dari Biroe, sebenarnya punya jiwa entertain yang bagus, dari aksi panggung yang ‘rock n’ roll banget’, akrab dengan penonton ketika berada di atas panggung, sangat komunikatif.. tapi, sekali lagi; terlalu lama! Lagu Kamu Harus Pulang yang mereka bawakan terlalu panjang, mustinya diperpendek, untuk menghindari kebosanan penonton. Ah.. lagu ini juga kurang tepat untuk dinyanyikan bersama di tengah – tengah konser yang Tokoh Utama-nya saja belum unjuk gigi. Seandainya mereka kemarin membawakan Seperti Para Koruptor, saya jamin penonton lebih riuh!!! Untuk ke depannya, semoga teman – teman Biroe bisa lebih tepat dalam memilih lagu untuk dibawakan di atas panggung.
| Biroe saat membawakan O Pio ode-ode versi Rock n' roll (Photo's by Ryan Hidayat) |
Siapa tak kenal Koes Plus? Kalau tak kenal, rugi! Karya-nya top.. dan Abeman, sekali lagi dengan cerdas memilih untuk meng-cover lagu Buat Apa Susah dari Koes Plus pada penampilannya. Penampilan terbaik mereka malam itu sebenarnya saat memainkan lagu ini, sayang ada masalah teknis yang tiba – tiba ‘menjangkiti’ keyboard. Meski begitu, toh semua penonton bergoyang dan ikut berteriak “buat apa susah, lebih baik bergembira!”. Teriakan itu pantas, dengan carut – marut pemerintahan, kami capek.. akhirnya kami dapat ‘bersantai dengan cinta’ malam itu bersama music.
| Diopp mengajak penonton bergembira "Buat Apa Susah" (Photo's by Atha Furbataha) |
Sebelum Amtenar beraksi, Abeman dengan sengaja memanaskan penonton dengan membawakan lagu kekasihku yang slalu reggae milik bintang utamanya; Amtenar. Konstan, penonton semakin membara, berteriak riuh seriuh –riuhnya.
-Amtenar Session-
| Roadie dari Amtenar menyiapkan peralatan dan Song List (Photo's by Atha Furbatha) |
Melodi dari keyboard, guitar, gebuhan drum, dan terutama betotan bass dari lagu Reggae Indonesia benar – benar luar biasa, menghipnotis kita untuk ikut bergoyang. Lompatan semakin tinggi, teriakan semakin riuh ikut mendendangkan lagu.. dan yang paling sexy dari lagu ini adalah bagian dangdut-nya yang menjadikannya khas Indonesia. Well.. pembuka yang amat manis!
| Amtenar on Stage (Photo's by Ryan Hidayat) |
Bring Me Your Cup mungkin asing bagi penonton, tapi tetap saja, lagu dari UB-40, lagu kedua yang dibawakan Amtenar ini cukup berhasil memukau penonton. Terlebih lagu ini punya music yang bagus, meski liriknya asing. Reggae itu music yang sangat mudah untuk diterima, seperti halnya Dangdut, selalu bisa mengajak kita berjoged. So, wathever the lirycs, Enjoy the song, Enjoy this Reggae.
“Yo semeton..” sapaan dalam Reggae Rembaq itu nggak “bertepuk sebelah tangan”, penonton yang memang sudah tak asing dengan hits yang satu ini semakin menggila; mereka berjoget sampai naik – naik ke atas panggung. Well, aparat kepolisian mesti bekerja ekstra. Begitu pula saat Kau dan Warnamu dimainkan.
Entah disengaja atau tidak, Amtenar seolah ingin beristirahat ketika mereka mendendangkan tak sejalan lagi. Penonton yang pastinya dapat ‘manfaat’ besar dari dimainkannya lagu ini. Kebanyakan dari mereka tak tahu lagunya seperti apa, jadi mereka berdansa ‘seadanya’. Baru kemudian bara menyala lagi ketika Three Little Bird dimainkan, betotan bass bang Igor luar biasa sexy, bulat dan padat.. seperti body artis Hollywood. Menggoda untuk segera ikut berdansa.. Nggak kalah lah dengan betotan bass Krist Novoselic dalam lagu Love Buzz-nya Nirvana. Pengantar ‘turun minum’ yang pas.
| Betotan Bass bang Igor, so Sexy. |
Selama Amtenar ‘turun minum’, SumVec (Sumbawa Vespa Club) sempat mengejutkan penonton dengan intro lagunya yang bercerita tentang Vespa. Intro lagu itu diawali tiupan Sarune, alat music tradisional Sumbawa. Lagu itu sendiri adalah ‘modifikasi’ dari lagu Badengan milik Sabalong Ethnic, band yang juga digawangi Donnie si Vokalis SumVec. Sayang, permainannya masih kelihatan kurang pas. Banyak celah di setiap progress-nya.
Setelah istirahat, empu-nya hajatan (Amtenar) naik panggung lagi. Kali ini, mereka membawakan lagu Mawar Merah dari Slank, salah satu band yang memberikan pengaruh besar terhadap mereka selain Iwan Fals, Bob Marley dan UB-40. Jelas saja, yang paling antusias dengan lagu yang dengan sangat berhasil di-reggae-kan oleh Amtenar ini adalah para Slankers yang bejibun jumlahnya di depan panggung.
Nobody know this song before, but every body’s dance and enjoy the music. Lagu baru yang Amtenar bawakan setelah Mawar Merah-nya Slank itu berjudul Tambora Menyapa Dunia. Lagu ini berbicara soal Gunung Tambora, judulnya juga sama dengan slogan Pemerintah untuk festival peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora yang menggegerkan dunia dulu. Lewat lagu ini, Amtenarmengajak kita semua untuk memetik pelajaran, mengambil hikmah, dan menghargai sejarah serta alam. Ada nuansa promosi pariwisata di lagu ini. Dan itu memang diakui Amtenar. “selama ini kami banyak berkisah soal keindahan alam, seperti di lagu Lombok I Love You, kurang lebih Tambora menyapa dunia punya pesan yang sama, mencintai dan menghargai alam.” ungkap sang vokalis, Wen saat saya wawancara.
Malam kemarin adalah malam santai, melepas penat – penat yang ada di kepala, bersantainya dengan cinta, cinta yang didendangkan oleh musisi – musisi keren di atas panggung sederhana. Dalam bersantai itu semua orang ‘terbakar’ gairahnya, terhipnotis untuk benar – benar melepas penat – penat.. sejak Honey didendangkan Abeman, tak bisa dipungkiri, gairah setiap orang yang menonton benar – benar terbakar, memang ada pasang – surutnya.. tapi, ketika kemudian bara apinya dipercik lagi, nyalanya semakin besar.. itulah yang terjadi ketika Lagu Santai dari Steven Coconuttreez dikumandangkan oleh Amtenar. Anybody’s here don’t know this song? What? You don’t know this song? Bullshit! Semua penonton melompat lebih tinggi, naik ke panggung, dan bernyanyi lebih keras.
Klimaks dari Konser ini adalah ketika hits Lombok I Love You dibawakan dengan amat sangat manis. Jika dalam liriknya, Amtenar dibuai keindahan Lombok, malam kemarin saya dan ratusan penonton lain terbuai oleh manisnya suara Wen. Sayang, keyboard lagi – lagi mengalami masalah, kesalahan teknis operator. Meski begitu, atmosfer tak bisa dipungkiri, (Sekali lagi) sexy-nya betotan bass Igor dan kocokan gitar khas reggae dari duo gitaris menghipnotis untuk terus bergoyang.. Sexy dan Manis..
| Lagu Santai berkumandang, everybody's dance and jump! (Photo's by Atha Furbatha) |
Klimaks dari Konser ini adalah ketika hits Lombok I Love You dibawakan dengan amat sangat manis. Jika dalam liriknya, Amtenar dibuai keindahan Lombok, malam kemarin saya dan ratusan penonton lain terbuai oleh manisnya suara Wen. Sayang, keyboard lagi – lagi mengalami masalah, kesalahan teknis operator. Meski begitu, atmosfer tak bisa dipungkiri, (Sekali lagi) sexy-nya betotan bass Igor dan kocokan gitar khas reggae dari duo gitaris menghipnotis untuk terus bergoyang.. Sexy dan Manis..
| Klimaks! Wen mengajak penonton bernyanyi Lombok I Love You (Photo's by Atha Furbatha) |
Bang Wen memanggil Diopp dari Abeman untuk naik ke atas panggung, Anak Pulau dibawakan Amtenar dengan berduet bersama Brada Diopp, cool.. anak – anak Abeman, dan beberapa musisi local dari beragam genre juga ikut goyang di back-stage..
| Amtenar feat Diopp membawakan lagu Anak Pulau (Photo's by Atha Furbatha) |
| personil Abeman ikut goyang saat Amtenar dan Diopp bernyanyi (Photo's by Atha Furbatha) |
Diawali dengan ‘cinta’ dari lirik puitis Honey milik ShaggyDog yang dibawakan Abeman, konser ini ditutup dengan cinta pula. “ndaaq pinaq jari bejoraq, mun berangen eleq tiang gama’ kakaq.. tulus angen’ke saq araq, tiang tunah sampe jelo era’..”
Diopp masih berusaha mengimbangi para personil Amtenar di atas panggung saat lagu penutup itu didendangkan, dan itu berhasil.. Stay With Your Love menjadi penutup yang sangat manis malam itu.
| Stay With Your Love menjadi penutup, Amtenar membawakannya berduet dengan Diopp Abeman. beberapa Papu Abeman nggak tahan dan ikut naik ke panggung. Potho's by Atha Furbatha |
Sumbawa, 27 Maret 2015
20:00 – 23:00 WITA
Plackeinstein