Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Di Balik Itu Semua; Begitu Indah! - Live Review : The Boys

Di Balik Itu Semua; Begitu Indah! Live Review : The Boys 21  lagu dibawakan oleh The Boys malam ini. Dibuka oleh tembang berjudul The Man Who Can’t be Moved. Lagu dari miliknya The Script itu menjadi pembuka yang tepat untuk acara bertajuk MLD Spot – Accoustic Night di Taman kota Samawa. Bagi yang duduk dengan pasangannya, lagu ini mungkin biasa saja. Tapi bagi laki – laki yang tentunya di dalam hatinya masih menyimpan rasa sama mantan, orang – orang yang nggak move on, ini lagu kena’ banget! Lantunan keyboard-nya manis, tangis, meski lagu sedih, beat drum yang menghentak, dan bunyi bass yang bulat sexy lagu ini membuat orang bakal ikut sedikit bergoyang. Tapi kalau mendengar penampilan The Boys di pembukaan itu, orang – orang yang nggak bisa move on dari mantannya, nggak cuma bilang How Can I Move On when I’ve been in love with you? Seperti dalam lagu, tapi juga bilang How Can I Move On, If This song so pretty like you? Ya, petikan gitar dari Anchen , plus raungan biola Jaka , m...

Letter to Joni Lemot

Letter to Joni Lemot Dear Joni Lemot,. Hey Jon,. Apa kabar? Kau tak membalas suratku yang pertama; tentang kebosanan, yang kedua; tentang ketidak pedulian, yang ketiga; tentang bagaimana semestinya kita bersikap sebagai teman seseorang, yang kesekian dan kesekian; tentang ini dan itu, dan yang terakhir, yang kutulis tentang Kota dan masyarakatnya yang begitu membosankan ini. Kau tak juga membalasnya Jon. Aku rindu kau, rindu kedaimu yang keren itu, kau tahu lah,. Eating out our favorite spot, kata si Kartika Jahja. Ya! lagu Days of War Night of Love dari Navicula itu kan ditulis oleh Kartika Jahja, Jon! Hey,. besok kalau aku ke kedaimu, aku mau bernyanyi Jon, boleh kan? Kemarin aku menonton Inside Llewyn Davis , film yang terinspirasi dari kisah hidup seorang musisi folk, yang menurutku bahkan lebih keren dari Bob Dylan. Aku lupa namanya, Dave Von Risk, David Van Reich, atau apa.. aku lupa. oh ya, Dave Van Ronk. itu namanya. Hanya saja dalam film itu ia direkonstruksi menjadi Llewyn D...

Sambava menjawab The Beatles

Sambava menjawab The Beatles             Sejak dirilis akhir tahun 2014 yang lalu, album ini memng menarik minat banyak orang. Dan sejak mendapatkannya di penghujung Januari lalu, sontak lagu – lagu dalam album ini jadi konsumsi pendengaran saya. Hits – Hits seperti Guar Tangar, Sambava, dan Panyomo, seperti yang saya ungkapkan dalam review album ini berisikan sebuah Manivesto Kebudayaan. Tapi lewat lagu yang satu ini, siapa sangka, ternyata kelompok musik Sambava menjawab salah satu karya The Beatles, yang sama – sama kita kenal sebagai salah satu kelompok musik paling besar yang pernah ada.             The Beatles menulis sebuah lagu yang berjudul Don’t Let Me Down , yang isinya merupakan ungkapan isi hati seorang lelaki yang merasa begitu beruntung dicintai seorang wanita. Itu terungkap lewat lirik nobody ever love me like she do, uh she do, yeah! She do. Maka si lelaki memoh...