Pengisah Musik Indonesia : Denny Sakrie - In Memoriam
Sebulan yang lalu, 3 Januari 2015. Indonesia kehilangan seorang yang sangat penting dalam perjalanan dunia musik negeri ini. Penulis, pengamat, dan kritikus musik, Denny Sakrie menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kabar meninggalnya Denny Sakrie awalnya tersebar di broadcast blackberry messenger yang disebar istrinya. Kemudian menjadi pembicaraan di twitter. Denny diduga meninggal akibat serangan jantung.
Di hari terakhirnya, Denny melalui akun Twitter-nya memposting foto Steve Jobs yg dibubuhi quote si pendiri apple itu;
@dennysakrie #SteveJobs #quote.
(foto yg diunggah Denny Sakrie pada 2 januari 2015)
Tweet terakhir dari denny sendiri adalah
Perihal kematian, konon katanya; orang – orang yang ajalnya sudah dekat, punya firasat tentang kematiannya. Tweet Denny Sakrie tentang quote Steve Jobs itu juga tampak seperti sebuah firasat yang dirasakan Denny.
Di Indonesia, begitu banyak music – music yang direkam dan dipentaskan. Tapi sedikit orang yang menulis music, denny sakrie adalah salah satu tokoh yang mengabdikan hidupnya untuk mengisahkan musik. Denny sudah memulai karirnya sebagai penulis (music) sejak duduk di bangku smp. Hingga akhir hidupnya denny terus menulis, baik di media – media massa, buku maupun blog pribadi.
Denny bahkan mengucapkan selamat ulang tahun untuk Fariz RM lewat tulisan yang dia posting di blog pribadinya pada 2 januari 2015, sehari sebelum kematiannya atau 3 hari sebelum hari ulang tahun Fariz yang jatuh pada 5 januari. Denny memposting tulisan berjudul selamat ulang tahun Fariz RM, yang berisi ulasan tentang Fariz RM dari masa awal karir hingga sekarang. Fariz RM, yang digambarkan Denny sebagai musisi multi talenta yang dia idolakan dan sekaligus sebagai sahabat yang baik itu kemudian ditangkap polisi pada tgl 6 januari saat tengah bermain gitar sambil menghisap selinting ganja di rumahnya.
Apa hal? Ulasan Fariz RM adalah tulisan terakhir Denny Sakrie yang didedikasikan sebagai hadiah ulang tahun untuk si musisi dari si penulis, kemudian si musisi ditangkap. Mungkin tulisan denny sebuah pesan untuk Fariz RM. Scenario Tuhan.
Yang memotivasi saya menulis tulisan ini adalah sosok Denny Sakrie sendiri, betapa lugasnya beliau saat berbicara tentang music di beberapa program tv yang pernah saya lihat. Ulasan – ulasan tentang music dari beliau begitu baik, dengan data yang lengkap, dan begitu teliti dan mendalam.
Dunia music kita berkembang pesat, banyak peristiwa yang terlupakan terutama disebabkan sedikit orang yang mencatatnya, denny sakrie adalah orang yang sadar akan hal itu, ia begitu banyak mengoleksi kaset, buku, dan majalah music. Ia adalah penulis yang sadar data, dalam blognya anda akan mendapatkan data – data dunia music Indonesia yang lengkap. Selain sadar data, denny sakrie begitu hebat mengisahkan music, karena baginya music bukan sekedar bunyi, tapi juga mengandung banyak hal, seperti kisah yang tersembunyi di balik music, ide, konsep, dan proses penciptaan yang menyertai music itu. Tulisan – tulisan denny sakrie adalah “perpustakaan” dan “bank data” sejarah perkembangan music Indonesia. Menulis tentang music adalah usaha mempelajari apa – apa yang tidak tersampaikan lewat bunyi.
Denny Sakrie mengawali karier sebagai penulis musik sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Pertama kali artikelnya dimuat di media Pedoman Rakyat yang terbit di Makassar (1979). Hal itu kemudian mengantarnya menjadi penulis musik ulung di Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Tempo, Kompas, dan Rollingstone Indonesia. Denny Sakrie hanya ada satu, dan Indonesia yang luas ini punya banyak music yang mungkin belum sempat dikisahkan oleh Denny Sakrie. Butuh regenerasi. Selain sebagai penulis, denny juga dikenal sebagai kritikus music, dan jika tak ada kritikus, apa artinya dunia music? Akan berkembang tanpa control, kreatifitas pemusik akan mandek.
Intensitas menulis Denny Sakrie begitu luar biasa, di blognya begitu banyak artikel soal music. Densak menulis hampir tiap hari untuk blognya. Giat sekali. Bahkan tak jarang dalam satu hari ia bisa menulis dua atau tiga postingan panjang. Tahun 2014, terhitung ada 155 postingan. Ini artinya, tiap bulan ia menulis 12-13 artikel. Setiap minggu ia bisa menulis 3-4 artikel. Dengan kualitas tulisan top. Penulis – penulis lain apalagi bagi penulis muda dan blogger baru, mungkin akan merasa malu jika mengunjungi blog beliau.
Kepergian Denny membuat banyak orang yang merasa kehilangan. Entah itu musisi, pemilik label, sesama penyiar, bahkan banyak penulis dan pengamat musik yang berusaha mengejar ilmu dan kemampuannya. Akan ada banyak orang yang merindukan cerita-cerita musiknya. Semoga deikasi DenSak untuk Musik Indonesia bisa memberi inspirasi buat orang – orang.
Selamat Jalan Denny Sakrie.


