Question & Answer: Amtenar; Kita Nggak pure Reggae, Masuk TV, sampai Featuring Tony Q Rastafara
Question & Answer with Amtenar
This is Amtenar
Question; Selama ini, Pengaruh musik terbesar buat Amtenar datang dari siapa saja?
Answer; “UB40” sergap Vokalis, Wen. “Of Course Bob Marley” tambah Bhewok. Pembetot Bass, Igor menambahkan “Dari dalam negeri, pengaruh Iwan Fals nggak bisa dipungkiri” “Juga Slank” tutup Wen.
Question; Tentang genre; Amtenar muncul seolah ‘memanfaatkan’ booming-nya Reggae di Indonesia, khususnya di Lombok dengan pengaruh Reggae yang disebar Richard D’gillis di Gili Trawangan, bagaimana Amtenar menjelaskannya?
Answer; “Sebenarnya bukan begitu.. awalnya kami Amtenar main musik Pop Rock, di album pertama, nuansa pop rock besar. Di album itu sudah ada reggae, ada lagu Lombok I Love You, dan lagu itu terbilang berhasil, booming.. jadi setelah itu Amtenar seolah didorong buat main reggae. Kami mencoba, dan bisa! Berhasil! Album berikutnya, kedua, ketiga, dan keempat, ada reggae.” -Igor.
“sebenarnya, jika diperas lagi, musikologi-nya Amtenar lebih ke Jamaican Sound, nggak pure Reggae. Di situ ada ska, ada rocksteady, nggak murni reggae.. dan pengaruh rock nggak hilang. Karena itu di dalam lagu – lagu kami ada cita rasa rock-nya juga.” –Igor.
Jadi kemunculan Amtenar dari kaca mata saya
seperti kemunculan Nirvana dulu,
sebagaimana dikisahkan Charless R Cross
dalamHeavier Than Heaven;
Nirvana dengan cerdas mengambil pengaruh
Rock, Pop, dan Punk, tanpa sedikitpun berniat
untuk bernaung dibawah payung salah satu darinya.
Dan menurut saya itu jenius!
Amtenar bahkan mengakomodir
Dangdut (dalam lagu Reggae Indonesia) dan
Ethnic (dalam lagu Stay With Your Love) ke dalam musiknya
Itu puncak ‘religiusitas’ bermusik.. That’s Rock n’ roll..!
Menghargai music secara utuh, tanpa peng-kotak-an genre.
Question; “apa itu berarti Amtenar seolah dipaksa pasar?”
Answer; “oh nggak, nggak! Sebenarnya saat Amtenar muncul dengan album pertama, saat itu music di Lombok didominasi Pop Rock. There’s no reggae in Lombok. (album pertama Amtenar juga kental Pop Rock, namun Lombok I Love You yang bernuansa reggae berhasil booming) Jadi Amtenar didorong untuk main reggae saat orang lain nggak ada yang main reggae.” –Igor
“Pengamat music di Lombok bahkan mengatakan bahwa Amtenar dengan reggae-nya keluar di saat yang tepat. Jadi saat kami muncul dengan Lombok I Love You, Stay with Your Love, reggae nasional langsung menangkap itu. Atmosfer-nya dapat! Kalau anak Lombok main reggae itu pas, dengan landscape-nya yang pantai, itu dapat reggaenya. Meski sebenarnya reggae bukan identik itu, ya tapi karena pionir – pionir reggae terdahulu seperti Imanez juga Steven Coconuttreez banyak bicara soal itu. Ya jadi identik dah.” –Igor
“saat Amtenar keluar dengan Lombok I Love You, sebenarnya kami nggak pernah ngonsepin! Ayo buat band, main music ini itu untuk kejar nasional, untuk terkenal di Lombok, nggak! Kami pure main music saja. Nggak pernah konsepin.. mau denger reggae dulu di Lombok harus ke pondok Senggigi, harus ke gili trawangan..
Kami termasuk yang membangkitkan reggae di Lombok.” –Wen
“setelah itu baru mulai banyak muncul orang – orang dengan reggae-nya” –Bhewok
| Suasana Interview bareng Amtenar (photo by Atha Furbatha) |
An Ideology
Question ; “Amtenar Indie atau Major Label?”
Amswer ; “Kami Indie.”
Question; “Apa selama ini nggak ada tawaran kontrak?”
Answer; “Tawaran dari Major Label banyak.. tapi begini.. mereka ngasih kontrak, kami minta kesepakatan. You have a contract, we have an agreement! Agreement itu sifatnya lebih luas. Kalau kontrak, mengikat. Kami nggak bisa.. stay di Jakarta, atau main sana sini, yang konsekuensinya ninggalin kerjaan, ninggalin ortu.
Sederhananya gini, orang tua kami lebih bangga melihat kami dengan seragam PNS dari pada ngelihat kami di atas panggung seperti tadi, jadi kami harus menghargai itu!
Bukan mengejar popularitas dengan melepas status PNS, ninggalin ortu, yang mana popularitas itu nggak tahu sampai kapan bertahannya, paling cuma sebentar..Kami ingin mengajarkan ke orang – orang, kalau mau bermusik, bermusiklah, tulus..
Sebenarnya banyak yang mendorong kami, bilang “ini kalau Amtenar di Jakarta ini jadi!” tapi kami balik lagi ke restu orang tua. Dan kami menghargai itu. Selama ini kami mentas itu tergantung izin, izin dari dinas ada, ya Amtenar main.” –Igor
Setelah Ras Muhamad, semoga Tony Q
Question ; “ke depan, bagaimana Amtenar? Album berikutnya bagaimana?”
Answer ; “Album ke-5 lagi proses rekaman, paling Juni atau Juli beres. Salah satu lagunya ya itu yang kita mainkan tadi, Tambora Menyapa Dunia.” –Wen
Question ; “kira – kira bakal ngangkat soal apa aja?”
Answer ; “masih soal cinta, soal alam, seperti Tambora Menyapa Dunia, ya seputar itu..” –Wen
“kalau di album kemarin kami bisa menggarap sebuah lagu bersama Ras Muhamad, album ke-5 ini kami pingin ada satu lagu featuring Tony Q, Insya Allah. Do’akan saja.” –Igor
Sumbawa, After Midnight 27 march 2015
At Tambora Hotel
Plackeinstein