Berbuka (tanpa lah) dengan Joni Lemot | Ngobrol tentang Puasa di Penghujung Ramadhan

"Berbukalah dengan yang manis"

Maghrib tadi saya berbuka dengan Joni Lemot, sohib saya yang tampangnya manis, persis pemain bola Prancis, Antoine Griezmann. Tapi kalau anda berbuka dengan yang manis macam  Liv Tyler,. hati - hati,. apalagi berdua.

Tau Joni Lemot?
Itu loh,. yang dulu punya kedai kopi Goal Loam Fields Forever, yang sejak sibuk jadi TIMSES salah satu pasangan di pilkada lalu gak keurus.

"Kematian seseorang, jadi jalan kelahiran orang baru. Begitu juga dengan Goal Loam Fields, Plack!! kan pasca Goal Loam Fields, kedai - kedai pada menjamur di sini. Ane mah bukan orang serakah,. bagi ane udah cukup lah apa yang dikasih Tuhan, kan ane sebagai timses kemarin sukses, jadi ya kebagian 'jatah' tugas, Plack." komentar bang Joni saat saya tanya soal Goal Loam Fields.

Obrolan kami jelang buka puasa panjang bin lebar,. meski gak bisa bahas rokok dan belahan dada, karena puasa. Yang menarik, pas bang Joni Lemot mengeluh soal malam Lailatul Qadar.

"Aidah Plack,. makin ke sini zaman, makin bingung ane membaca tanda - tanda malam yang katanya Malam Seribu Bulan."

"Kok gitu bang? memang kemarin - kemarin bagaimana?"

"Ya gitu, sekarang lebih sulit dibandingkan dulu - dulu.. ente bayangin dah.. sekarang tuh gak tenang! kemarin, ane 4 malam keluar kota,. 2 malam ganjil ane lalui di sana, busseeeeeet Plack, orang pada ribut di mana - mana, sepertiga malam terakhir bahkan! Motor ngelamang sana - sini. di mana coba tenangnya? bingung ane! ente mah untung di sini,. masih tenang, lengang, bisa lah baca tanda - tanda."

saya cuma bisa manggut - manggut, Joni Lemot melintir Janggut, terus lanjut,.

"gimana puasa ente? lancar?"

"yah.. abang, macam ane perempuan saja, ditanya puasanya lancar apa nggak.."

mendengar jawaban saya, Joni Lemot tertawa..
"itu retorika ane jaman dulu Plack! kalau ditanya puasa apa nggak, ane jawabnya gitu. hahaa.. masa - masa puasa di rumah, di luar nggak."
"sekarang masih bang?" semakin terbahak - bahaklah Joni Lemot.
"Ane sudah beriman Plack!"
"Emang dulu kagak bang?"

Sebelum menjawab, Joni Lemot memperbaiki posisi duduknya, melirik jam tangannya. Sedikit lagi Maghrib.

"Iman kan naik - turun Plack! Puasa itu kan diwajibkan untuk orang yang beriman. nah orang - orang, kalau ditanya apakah dia beriman, jawabnya beriman. tapi di antara mereka ada juga yang kagak puasa. jadi kalau orang yang mengaku beriman tapi tidak berpuasa, bahkan setelah ia diperintahkan, apakah dia beriman?"

"yang beriman, diwajibkan berpuasa,." saya menghitung - hitung variabelnya, "yang tidak berpuasa setelah dia tahu bahwa itu perintah,.. hmm.. berarti dia gak merasa terpanggil dong bang,. kalau nggak merasa terpanggil,. berarti tidak beriman."

"Itu ente yang ngomong ya,. bukan ane! haha!"

Berhasil menjebak saya, Joni Lemot tertawa.

"ente terlalu terburu - buru Plack! yang tidak berpuasa, bukan berarti tidak beriman, tapi imannya lagi turun,. atau belum naik saja,. yang tidak berpuasa itu kalau menurut ane sih belum lulus ujian saja. Tuhan itu, Plack, nguji kita habis - habisan! Tuhan nguji kita dengan banyak hal, termasuk teman. Dengan teman dan dinamika pergaulan, nih manusia - manusia bakal puasa nggak yah.. gitu kira - kira Tuhan ngomong 'di sana', terus hasilnya ya ada yang puasa, ada yang nggak."

setelah ngoceh,. Joni Lemot buka topik paling menjengkelkan,.
"Ente buka puasa sama ane gini, bukan berarti ente jomblo kan?"
karena saya diam, cukup lama merespon, Joni Lemot tertawa,.
"Ente belum jatuh cinta atau offside mulu sih Plack?"
"Ente sendiri kapan bang, kawinnya?"
"Ane bingung Plack! yang sepantaran udah ludes,. ladenin 'anak - anak kekinian' ribet! pasrah aja,. kan udah usaha,. kali aja emang ane dijatahin bidadari di sorga sono!"
makhluk satu ini memang paling pinter nge-less!

--

Pasca berbuka, karena saya banyak bacot nanya ini - itu, Joni Lemot lanjut ngoceh, terutama soal Ramadhan yang dikit lagi mau cabut..

"Ya kita berdo'a aja Plack, mudahan yang kita kerjain diterima sebagai ibadah, terus mudahan ketemu lagi sama Ramadhan yang cakep ini! Simple kan!" beliau keluarin hadits nabi,.
"Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar." [HR Muslim]
Mudah - mudahan kita termasuk yang itu,.
Kurang sayang apa Tuhan sama kita Plack? Kita dikasih Ramadhan yang cakep ini,. beuh,. makanya mudah - mudahan kita diizinkan ketemu lagi dah..

Dan mudah - mudahan kta tidak termasuk yang ini, Plack,.
"Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga." [HR Ath Thabraniy]
Bicara puasa nih Plack, ada baiknya lanjut berpuasa 6 hari di bulan Syawal, sebab Nabi bersabda;
"Barang siapa yang puasa ramadhan dan diikuti dengan enam hari dari bulan Syawal maka seakan-akan seperti puasa sepanjang masa." [HR Muslim]
Ente bayangin! jangan Imagine doang yang diresapi!
Bayangin Plack, ente puasa sepanjang masa itu cukup dengan berpuasa Ramadhan dilanjut Syawal,. "Maka ni'mat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?" Plack?!

Paling Jungkir Balik

Filsafat Tidur

Forever 27 Club; Chairil Anwar dan seorang lagi dari Indonesia

Semiotika SAMBAVA; Sebuah Manifesto Kebudayaan