Tentang Pengaruh | sebuah bab dari Ubiquitous
Pengaruh
Tahun – tahun telah berlalu,. Zvonimir telah tumbuh dewasa, menjelma penggerutu ia. Suatu malam, di kedai kopi Zvonimir tengah memuaskan syarafnya dengan Kafein. Seorang pelanggan lain yang duduk di sebelah Zvonimir bercakap – cakap dengan pelayan yang meracik dan menyajikan kopi di kedai itu. “10 tahun sudah reformasi, masih banyak yang harus dirubah.” Kata si pelayan disambut anggukan si pelanggan yang duduk di sebelah Zvonimir. Pelanggan itu tampaknya enggan untuk berbincang.
Zvonimir yang mendengar ucapan si pelayan itu kemudian menanggapi, “Memangnya apa yang sudah dirubah?” katanya setelah menyeruput kopi. pelayan dan pelanggan itu menoleh ke arah Zvonimir yang kemudian melanjutkan perkataannya tanpa menatap mereka, tatapannya hanya pada cangkir kopi “Tak ada yang dirubah atau berubah,. Semua itu dibiarkan untuk berubah, dibiarkan untuk dirubah. Untuk apa? Agar mereka yang berada di panggung kekuasaan tetap nyaman,. tak ada yang memprotes.”
Berjarak beberapa saat, Zvonimir melanjutkan ucapannya, “Di hadapan kita, mereka berkata ‘kita harus merubah ini,. Harus
melakukan perubahan di sini,.’ Tapi di belakang kita mereka tetap tak berubah, tetap menyalah gunakan kekuasaan dan wewnang, dan tak merasa bersalah atasnya. Orang banyak yang ada di bawah juga tak merasa ada yang salah, sebab mereka tahu keadaan telah berubah,.” Katanya menghembuskan asap rokok dari mulutnya.
Itulah gerutu pertama Zvonimir. Malam itu ia terus menggerutu tanpa seorangpun memperhatikan,. Hanya didengar sebagai angin lalu oleh pelayan dan pelanggan kedai. Ia terus menggerutu malam itu,
“Tak ada yang berubah. Lagipula kenapa harus berubah? Kenapa orang – orang berfikir harus merubah hal – hal yang di luar jangkauannya? Orang – orang telah termakan oleh bualan para pencari muka yang seolah membela mereka,. Padahal sebenarnya tengah berencana untuk melenggang ke lingkaran kekuasaan.”
Pelanggan datang dan pergi di kedai itu, tapi Zvonimir masih terus menggerutu. “Ya! Pengaruh itu mutlak! Selain itu hal lainnya di dunia itu relatif!” Zvonimir menghembuskan asap rokok,.. “Pengaruh itu mutlak! Begitulah kiranya sebab orang – orang setuju dan mau menuntut perubahan pada lingkaran kekuasaan. Orang – orang terpengaruh oleh bualan para pencari muka yang ingin berada di lingkaran itu, para pencari muka yang berencana untuk berada di lingkaran kekuasaan dan wewenang, di mana di sana tercecer uang – uang yang bisa diselipkan dalam amplop ke dalam kantong kemeja dan jas – jas mewah.
“Sinis” komentar salah satu pelanggan yang duduk di belakang Zvonimir, yang duduk saling membelakangi. Pelanggan itu membalik badannya, Zvonimir yang mendengar komentar itu kemudian juga membalik badannya, dan mereka beradu pandang. “sinis?” Zvonimir menanggapi,. “mungkin.. tapi mungkin aku hanya melihat kenyataan yang sebenar – benarnya. Bukan bayangan, seperti yang dilihat orang – orang.”
“Di balik topeng?” pelanggan yang seorang perempuan itu tertarik. “Hampir benar..” Zvonimir menanggapi. Pelanggan perempuan itu membalik badannya lagi, mengangkat cangkir dan menyeruput kopinya.. mengangguk – angguk, kemudian bangkit dan duduk di samping Zvonimir. Ia menatap Zvonimir yang kembali melanjutkan gerutunya.
“Topeng dan wajah, itu terlalu mudah untuk dibedakan, sebab siapapun yang mengenakan topeng, akan tetap tampak mengenakan topeng. Hanya orang bodoh yang tidak dapat menyadari itu. yang terjadi jauh lebih besar dan menipu. Ini adalah sebuah permainan cahaya. Segelintir orang memainkan cahaya pada mukanya. Cahaya mengakibatkan bayangan. Jadi kebanyakan orang bukan melihat kenyataan, tapi melihat bayangan dari wajahnya yang diciptakan oleh cahaya.”
“Bisa jadi.” Komentar perempuan itu. Zvonimir langsung menanggapi panjang, “Ini memang terjadi! Dulu dikatakan masa gelap, sebab orang – orang tak melihat apa yang sebenarnya terjadi di lingkaran kekuasaan. Kemudian itu dibuka, diterangi cahaya, terlihat buruk – buruk di lingkaran itu. sekarang, sudah diterangi cahaya. Dan cahaya menimbulkan bayangan. Sekarang, apa yang sebenarnya kita lihat di lingkaran kekuasaan?
“Orang – orang ingin transparansi,. Tapi saking transparannya, justru menjadi sulit terlihat, bahkan tak terlihat. Apa yang sebenarnya kita lihat? Apakah kenyataan ataukah bayangan? Itulah pertanyaannya sekarang ini..” kata Zvonimir. Hening sebentar,. dan kemudian Zvonimir seperti kerasukan kembali menggerutu;
“Kembalilah pada diri,. Pada diri sendiri,. Mengasah diri untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi,. Itu lebih baik daripada ikut dan setuju hanya karena sedikit mengerti.” Kata Zvonimir kepada tak siapapun.. mungkin kepada dirinya sendiri.
Cangkirnya sudah kosong. Zvonimir meninggalkan kedai itu, melangkah pelan,. Embun – embun yang mulai berjatuhan tak terasa menyentuh kepalanya. Sepanjang perjalanan pulang, terngiang dalam benaknya ‘pengaruh’ yang ia gerutukan tadi,…