Letter to John Lennon

Dear
Sir John Winston Ono Lennon

at Strawberry Fields Forever
_____________________________

Kuawali surat ini dengan sebuah permohonan;
perkenankan daku memanggil kau dengan sapaan "grandpa".
Entah kau perkenankan atau tidak, dalam surat ini aku akan menyapamu dengan itu.

Grandpa John,.
Terima kasih kau telah mengkonsepkan tempat seindah "Strawberry Fields" sebagai tempat di mana kita bisa menjalani hidup dengan indah dan mudah. terima kasih banyak. Terima kasih telah menunjukkan tempat seindah itu!

Kau tahu,. satu masa kucintai sosok yang terkirim ke dalam tidurku. Dinda manis, yang seperti Grandma Yoko. Kucintai dan kuajak dia meninggalkan istana seperti kau meninggalkan 'Istana Beatles'  untuk berjalan bersama Grandma Yoko.
Tapi sosok itu tegak, keras, bahkan pada dirinya sendiri. Membentengi dirinya dengan dinding besar, dan terus menumpuk bata lain di dinding yang ia bangun setiap kali aku hendak memanjat dan melompati dinding itu.

Cukup lama setelah itu, kulihat, kudengar, dan kurasakan ketenangan. Ketenangan yang lebih. Kupikir, ah bukan, maksudku, kurasa, ketenangan itu lebih dari ketenangan yang kudapat ketika mendengarkan Patti Smith bernyanyi atau membacakan puisi. Pemilik ketenangan ini membuatku tenang,. ia begitu tenang.. entah apakah karena ia benar-benar bisa tenang, atau karena tak bisa gaduh. ah.. ketenangannya itu memang membuatku tenang,. tapi kedalaman dari tenangnya itu, akhirnya menenggelamkanku,. dalam rasa yang indah,. yang bagimu Grandpa, adalah segala yang kita butuhkan. (All You Need is Love).

Sosok ini, tak berbuat apa-apa, tanpa laku - laku yang menggoda, hanya ketenangan saja yang ia tampilkan. Dan akhirnya, aku tenggelam dalam ketenangannya, dalam rasa yang ditumbuhkan ketenangannya. Segalanya yang kutahu, sudah kusuka! kucinta!
Kubawa ia ke strawberry fields, menghidupkan sosoknya, lengkap dengan bunyinya yang lembut, segala dari dirinya kubawa ke sana.

Tapi Grandpa, jelas kurasa, tidaklah cukup bagiku, mungkin juga baginya, dan bahkan bagi kemurnian rasa, tidaklah cukup sekadar membawa dan menghidupkan sosoknya ke Strawberry Fields.
jadi, aku mohon ampun! aku harus melampauimu grandpa John! sungguh,. All Apologies Grandpa!
Tidak cukup bagiku, bagi kemurnian rasaku, dan bagi dirinya yang indah, hanya sekadar membawanya ke Strawberry Fields! Aku harus, melampauimu... dan membawa dia dan rasa yang ia tumbuhkan dalam diriku ke dimensi yang lebih tinggi.

Sudah kutanyai Setan, grandpa.
Dan setan menyarankanku untuk mencintainya;
"meski tanpa diketahui rupa rasa yang terasa, berilah saja, kau lebih bisa, untuk gila." begitu kata setan.
Malaikat mengangguk, mengiyakan, dan mempersilahkanku untuk membawanya ke dimensi yang lebih tinggi dari Strawberry fields.
Terima kasih banyak atas Strawberry Fields, grandpa! dan maaf untuk melampauinya.

Kali ini, aku ingin sekali, punya keberanian seperti yang kau tuangkan dalam lagu Imagine dan God. Jika bisa, berilah sedikit padaku, keberanian yang bisa menaklukkan malu, agar aku mampu, mengatakan ini padanya;

Duhai sosok yang kepalanya tak ingin dijitak,
sosok yang kepalanya ingin diisi ilmu yang bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan agama;

Aku menuangkanmu ke dalam sungai kata-kata
yang menanjak meninggi,
sungai yang memanjangkan
tunduk terakhir dalam penghadapan pengaduan
dan duduk-duduk sepi.

Menghantarkanmu ke muara sungai,
harap kau terhantar ke sana,
meski aku tak terhantar ke sana,
kuharap kau terhantar,
yakin kau terhantar.
meski aku tak pantas,
kuharap kau pantas dan layak.

Mencintaimu,. lebih dari,.
Amarti più che la saggezza della filosofia.
 

Paling Jungkir Balik

Filsafat Tidur

Forever 27 Club; Chairil Anwar dan seorang lagi dari Indonesia

Semiotika SAMBAVA; Sebuah Manifesto Kebudayaan