Reading Strike (Not Temple of The Dog's song) | Tentang Probablistik Media, dan anunya Media yang lain.

Reading Strike (Not Temple of The Dog's song)

Tentang Probablistik Media, dan anunya Media yang lain.


Ini jelas bukan lagunya Temple of The Dog !!! Sebab kalau lagunya Temple of The Dog itu judulnya bukan Reading Strike (mogok baca), tapi Hunger Strike (mogok makan).

Ini Reading Strike! Ya! Mogok Baca!
Saya ini suka baca, baca apa saja, dari artikel yang bertebaran di jagad maya, sampai buku 'orang gila', bahkan buku orang yang dianggap atheis.
(meskipun tidak ada yang nanya, saya beritempe untuk menegaskan nafas tulisan ini.)
Belum lagi nonton tv, nonton film, nonton berita, itu semua substansinya adalah membaca. Lah wong intinya sama kok; mengkaji! mengaji! Kan membaca itu perintah Allah, SWT. di surat pertama yang diwahyukan ke Nabi Muhammad.

Nah, karena saya ini suka pake teramat sangat sama membaca, saya akan mogok baca sampai orang - orang berhenti total membahas soal VALENTINO ROSSI vs JORGE LORENZO yang dituding orang - orang juara berkat bantuan MARC MARQUEZ.
Kenapa???
Karena saya muak! nongkrong di sini bahas itu, di sana bahas itu lagi, lah di mana yang tak bahas itu?
Beranda Fuckbook isinya itu lagi, Timeline Toketter itu itu juga.
Lah Rossi siapa? pake dibelain!? giliran mamakmu, bibikmu, pamanmu, dan semua yang ada kata suku kata mu yang menunjukkan kata sebelumnya itu adalah milikmu direpotin waktu ngurus KTP, dicurangi calo di terminal atau di pelabuhan waktu beli tiket, kamu kamu malah diem saja, nggak belain mereka dan protes ke kelurahan yang memperibet, nggak protes ke DISHUB yang masih saja memberi celah buat calo. Lah kan mereka itu punyamu! kok diem? Rossi siapa? Idolamu? Kamu nge-fans pake teramat sangat sama dia? Lah pengaruhnya Rossi buat hidupmu apa? Toh kalau Rossi jadi Jawara juga nggak ngaruh buat kamu, kecuali kalau kamu taruhan! dan taruhan kan dilarang Undang - Undang.
Sebenarnya, kamu belain Rossi Sampe Nangis Nangis juga nggak masalah, tapi... kalau gara - gara Rossi kita jadi lupa sama Pak Presiden yang kita amanahi jabatan sebagai pemimpin kan lucu juga..

Terus apa hubungannya sama mogok baca? Ini lho..

Semua yang kita tahu seputar Rossi - Marquez - Lorenzo itu kita dapat dari media. Situs berita di Internet, Acara Olahraga di TV, semuanya dari media. Media itu sifatnya PROBABLISTIK. Artinya, media itu bisa mempengaruhi dan dipengaruhi. Kalau kita terus - menerus bahas itu, kapan kita bahas hal seputar kita? ditambah lagi, semakin populer suatu hal di kalangan publik, makin media mengangkatnya hal itu, semakin menjadi - jadi pula pembahasan hal tersebut, sampai publik mulai lelah membahas itu. pertanyaannya kemudian, selama kita bahas itu kita dapat apa? Media ya dapat duit!
Saking hebatnya pengaruh media yang melulu memberitakan isu Rossi, isu soal Indonesia tentang Konsultan Singapura yang membayar 80ribu USD (1 milyar Rupiah lebih) kepada perusahaan Humas asal Las Vegas sebagai jasa Lobi bagi Pemerintah Indonesia jadi lewat begitu saja.

Karena semua media isinya Rossi lagi Rossi lagi, yasudah saya nak mogok baca saje!
Bukan apa - apa, saya hanya tak mau tersedot alur mainstream!
Rage Against The Mainstream !!! (teriak)

Masalah di sekitar kita ini, orang - orang nggak mau dianggap kurang update, mereka mau up to date terus, tapi malah melenceng, up to date tanpa tahu substansi. Itu semua terjadi karena orang - orang cenderung melihat/menonton untuk tahu, bukannya membaca/mengkaji/mengaji untuk mengerti dan memahami seperti yang diperintahkan Tuhan.

Karena orang - orang sibuk pengen up to date, media berusaha secepat - cepatnya memberitakan isu - isu, setelah dilempar ke publik, isu yang paling populer bakal dibahas terus, sebab interest publik tinggi, dengan tingginya minat publik sama sebuah isu, rating ikut naik, rating naik ya iklan makin mahal, dapat iklan ya dapat duit. Navicula sampai buat lagu berjudul TELEVISHIT terkait hal beginian.

Nah, satu lagi. kita harus aware nih sama yang satu ini.. Pengalihan Isu! kadang - kadang, media berkonspirasi dengan penguasa, nggak tahu dah siapa penguasa itu.. yang jelas isu - isu yang mereka angap bisa memojokkan pihak mereka bakal dikurangi intensitasnya, dialihkan dengan isu seksi yang lain yang bisa mengalihkan perhatian publik dari isu yang memojokkan pihak mereka tadi.
Kan banyak orang bahas konspirasi Lorenzo dengan Kompatriot senegaranya buat jadi Juara MotoGP tuh.

Ini kalau isu Rossi terus nge-Pop di kalangan Publik,
Penguasa yang nakal (kalau memang ada - entah ada atau tidak) bakal senang ini, mereka nggak perlu repot cari isu buat ngalihin isu, isunya datang sendiri.
Alah.. intinya.. Mogok Baca! (ada yang mau ikutan? mendingan jangan.)
Reading Strike!!!
Saya nak mogok baca media... (Kecuali Rolling Stone Indonesia, sebab sampai tulisan ini saya post, situs RSI masih bersih dari Rossi VS Lorenzo)
Bukan apa - apa, takut membunuh kepekaan saya saja.

Semoga isu Rossi cepat menghilang..

*Diiringi Lagu Hunger Strike by Temple of The Dog

Paling Jungkir Balik

Filsafat Tidur

Forever 27 Club; Chairil Anwar dan seorang lagi dari Indonesia

Semiotika SAMBAVA; Sebuah Manifesto Kebudayaan